PAUD AZKA Tanjung Selor menggelar Pawai Budaya

139

Tanjung Selor (kla.id) – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91 yang dirangkai dengan Peringatan Hari Jadi Kota Tanjung Selor ke-229 dan Kabupaten Bulungan ke-59, maka PAUD AZKA menggelar Pawai Budaya yang diikuti oleh siswa-siswa PAUD AZKA yang berpakaian adat beserta orang tua dan guru pada hari Sabtu 26/10/2019.

Pawai tahun ini adalah lanjutan dari pawai tahun sebelumnya, karena anak-anak terlihat sangat bersemangat dan antusias, walaupun jarak yang ditempuh cukup jauh dan memakan waktu 1 jam. Tidak terlihat rasa capek dan letih, bahkan ada beberapa anak yang usianya masih dibawah 3 tahun, mereka tetap berjalan tanpa harus digendong oleh orang tuanya. Ketika ditanya senang atau tidak? Mereka dengan semangat menjawab sangat senang dan ingin agar diadakan lagi

Pawai dimulai pukul 07.30 Wita, memulai start dari PAUD AZKA di Gang Kumis menuju Jalan Sengkawit dan Jalan HM. Thamrin kemudian kembali ke Gang Kumis. Sepanjang jalan anak-anak dibimbing oleh Pengelola PAUD AZKA Ibu Nuraini Asri mengikrarkan Sumpah Pemuda :

  1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia
  2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia
  3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi Bahasa persatuan, Bahasa Indonesia

Kemudian ditambah dengan kata-kata : Saya Anak Indonesia, Saya Bahagia, Saya Gembira, Saya Anak Juara, Saya Anak Jujur, Saya Anak Hebat, Saya Anak Cerdas, Saya Anak Pintar, Saya Anak Baik, Saya Anak Rajin, Saya Anak Pemberani, Saya Anak Yang Bertanggungjawab, Saya Suka Memaafkan, Saya Suka Menolong, Saya Peduli kepada orang lain, Saya anak yang berbakti kepada orang tua, dll.

Nuraini mengatakan bahwa tujuan mengajak anak-anak meneriakkan kata-kata sepanjang jalan adalah untuk mensugesti anak dan memasukkan kata-kata positif ke alam bawah sadar mereka dengan cara yang menyenangkan.

Pawai tahun ini adalah lanjutan dari pawai tahun sebelumnya, karena anak-anak terlihat sangat bersemangat dan antusias, walaupun saat itu harus menempuh jarak yang cukup jauh dan memakan waktu 1 jam. Tidak terlihat rasa capek dan letih, bahkan ada beberapa anak yang usianya masih dibawah 3 tahun, mereka tetap berjalan tanpa harus digendong oleh orang tuanya. Ketika ditanya senang atau tidak? Mereka dengan semangat menjawab sangat senang dan ingin agar diadakan lagi. Sehingga tahun ini pawai kembali digelar dan akan dijadikan agenda tahunan.

Semoga kedepannya anak-anak tersebut bisa menjadi anak-anak yang cerdas emosi dan spiritual, sesuai dengan yang dicita-citakan oleh kita semua, yang akan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

(Neni)