Pekanbaru Sabet Tiga Penghargaan pada peringatan Hari Anak Nasional 2019 di Makassar

225

Pekanbaru (kla.id) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyelenggarakan malam penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak 2019 di Hotel Four Points, Makassar Selasa 23 Juli 2019. Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil mendapat tiga penghargaan pada kegiatan yang dilaksanaan dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional 2019 di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan tersebut. Tiga penghargaan itu adalah KLA dengan tingkat Nindya, Sekolah Ramah Anak kepada MTs Uways Al Qorni, dan Puskesmas Lima Puluhsebagai Puskesmas Ramah Anak.

Penghargaan bergengsi tingkat nasional tersebut diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise kepada Wali Kota Pekanbaru yang diwakili Asisten III Baharuddin. Malam penghargaan ini diberikan guna mendorong Pemerintah Daerah dalam memenuhi kebutuhan anak Indonesia, dimana target KPPPA adalah Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada tahun 2030.

“Alhamdulillah, ini prestasi luar bisa dan patut disyukuri. Kami juga ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi,” kata Asisten III Pemko Pekanbaru Baharuddin, di Makassar melalui pernyataan pers kepada Antara di Pekanbaru, Rabu.

Baharuddin menyebutkan prestasi ini merupakan buah kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penghargaan ini membuktikan kepedulian pemko terhadap pemenuhan semua hak anak mulai dari fasilitas bermain, pendidikan hingga kesehatan telah berjalan dan dirasakan manfaat bagi masyarakat luas.

Disampaikan mantan Kepala Disdukcapil Pekanbaru ini, prestasi tersebut dijadikan sebagai motivasi dalam peningkatan pemenuhan hak anak dari berbagai sisi, mulai dari pendidikan, kesehatan, sarana dan prasana bagi anak. Ia menambahkan, pada kali ini kriteria penghargaan KLA naik peringkat dari Madya ke Nindya.

“Sebelumnya kita terima kriteria Madya, sekarang Nindya. Selain itu kita juga terima Sekolah Ramah Anak dan Puskesmas Ramah Anak. Ini akan terus kita tingkatkan,” imbuhnya.

Ke depan, sambungnya Pekanbaru menargetkan kriteria penghargaan KLA yang diterima bisa naik peringkat ke utama.

“Kita harapkan peringkat naik ke utama. Untuk mencapai kriteria utama perlu kerja keras dan kita akan lakukan pembenahan-pembenahan dan berharap adanya penambahan anggaran agar prestasi ini tercapai,” tambahnya.

Penilaian ini melalui empat tahapan yakni, penilaian mandiri, verifikasi administrasi, verifikasi lapangan dan finalisasi dengan penilaian.

“Kami merasa bangga dan lega atas prestasi yang dicapai karena tahun 2019 bisa naik kelas menjadi Nindya,” ucapnya.

Meskipun meraih penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Nindya bukan menjadi tujuan utama dari Pemerintah Kota Pekanbaru, namun Baharuddin menyebut bahwa penghargaan yang baru saja diterima tersebut menunjukkan bahwa komitmen Kota Pekanbaru untuk memenuhi hak anak diakui oleh pemerintah pusat.

“Penghargaan ini tentunya semakin menyemangati untuk berbuat lebih baik lagi untuk anak-anak Kota Pekanbaru,” katanya.

Menurut Baharuddin dalam hal pemenuhan anak Kota Pekanbaru sudah menyiapkan berbagai program sebagai tindak lanjut usai meraih penghargaan, di antaranya penguatan regulasi, dan sinergi dengan dunia usaha maupun media massa.

Kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru dengan program -program jitu juga menjadi pemicu untuk terus menguatkan komitmen memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak, katanya.

Sementara Kadis Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Mahyuddin mengatakan, Kota Layak Anak merupakan bentuk investasi untuk membangun generasi penerus bangsa.

“Kota Layak Anak akan menjadikan mereka lebih sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, cinta tanah air serta terlindungi dari berbagai bentuk diskriminasi, eksploitasi dan kekerasan,” pungkasnya.