PELATIHAN GENDER DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KAWASAN AGROPOLITAN JAGO KALA

61

Dompu~NTB kla.id, Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu dan
Program Responsive Innovation Fund (RIF) Kanada, Rabu (15/1/2020) menggelar kegiatan Pelatihan Gender dan Pembangunan Berkelanjutan di Kawasan Agropolitan Jago Kala Dompu.

Kegiatan yang juga menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu tersebut dilaksanakan di Pantai Nanga To’i Desa Lasi Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah  Penelitian dan Pengambangan (Bappeda dan Litbang) Kabupaten Dompu, Miftahul Su’adah, ST memaparkan, kegiatan pelatihan dilakukan guna mendukung keterlibatan perempuan dalam proses pembangunan berkelanjutan pada Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional (KPPN) Jago Kala Dompu.

Lebih lanjut dijelasakan Miftahul Su’adah, Kawasan Agropolitan Jago Kala yang menyasar dua Kecamatan di Kabupaten Dompu yakni Kecamatan Kilo dan Kecamatan Manggelewa ini, merupakan salah satu dari enam Kawasan di Indonesia yang menerima hibah pelaksanaan program pengembangan ekonomi lokal dalam skema RIF tahap II pada tahun 2019-2020. Pada Kawasan Agropolitan Jago Kala sendiri RIF  berfokus pada pengembangan inovasi pengolahan Jagung agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan para petani dan produsen jagung di Kawasan tersebut.

“Salah satu outputnya para ibu Kelompok Wanita Tani, nelayan yang hadir ini bisa memberikan kontribusi secara nyata untuk peningkatan ekonomi keluarga dengan melihat potensi yang ada di kawasan KPPN, misalnya mengembangkan produk yang punya branding sehingga punya nilai jual di pasaran,” ujarnya.

Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu, Hj. Daryati Kustilawati, SE., M. Si dan Dwi Suciana dari LSM Mitra Samya Mataram.

Dalam pemaparan materinya yang berjudul Peran  perempuan dalam pembangunan berkelanjutan dan implementasi Permen PPPA  No. 1 Tahun 2011 tentang Strategi Nasional Sosial Budaya Untuk Mewujudkan Kesetaraan Gender,  Hj. Daryati kustilawati menegaskan Peran Perempuan dalam pembangunan Sustainable Development Goals – SDGs tidak dapat diabaikan, mengingat perempuan memiliki potensinya sendiri dalam mendukung pembangunan seperti halnya memiliki rasa empati dan menjadi pendengar yang baik, memiliki kemampuan dalam mengasuh anak, memiliki kemampuan Multitasking atau peran ganda, fokus dalam bekerja, kuat pada tantangan, serta memiliki impian dan cita cita  tak terbatas.

Dengan potensi yang dimiliki tersebut, peran yang harus dilakukan perempuan antara lain memerangi kebodohan, memerangi kemiskinan, memerangi ketidak adilan pada perempuan dan yang terakhir membangun ketahanan keluarga yang mandiri. Namun yang tidak kalah pentingnya dalam menjalankan peran tersebut perempuan juga dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi dalam memberdayakan dirinya.

Sementara itu, pemateri lainnya Dwi Suciana dari LSM Mitra Samya Mataram dalam memaparkan materinya lebih berfokus pada diskusi kelompok untuk memperkuat pemahaman peserta pelatihan mengenai konsep Gender dan peran serta berbagai pihak dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Hadir sebagai peserta dalam kegiatan tersebut Para Kepala Desa di Kecamatan Kilo dan Kecamatan Manggelewa, Kelompok Wanita Usaha Tani, Kelompok Wanita Nelayan, kader, perwakilan dari Bhayangkari Polsek Kilo dan Manggelewa, Persit Koramil Kilo dan Manggelewa, PKK Kecamatan, PKK Desa dan lainnya.

[Ica/DP3A Dpu]