Pemerintah Kabupaten Dompu Menyusun Perbup tentang Penanganan Stunting

217

Dompu~NTB Kla.id, Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Litbang Kabupaten Dompu melaksanakan Pertemuan Penyusunan Peraturan Bupati tentang Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Tim Penanganan Stunting di Kabupaten Dompu berlokasi di Aula Bappeda & Litbang Kabupaten Dompu (08/07~2019).

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman~teman seusianya. Banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya Masalah Gizi Kronis pada pertumbuhan tubuh si Kecil.
Umumnya hal itu disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Permasalahan Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru akan terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappeda & Litbang Kabupaten Dompu Ir. H. MOH. RASYIDIN SURYADI, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan
“Sebagai bentuk Komitmen Tinggi Pemerintah Pusat, Wakil Presiden Republik Indonesia telah memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri untuk Penurunan Stunting dengan Pendekatan Multi~Sektor melalui Sinkronisasi Program~Program Nasional, Lokal dan Masyarakat di Tingkat Pusat maupun Daerah”

Dalam pernyataan selanjutnya Beliau menyampaikan “Seiring dengan Penuruna Stunting ditetapkan sebagai Program Prioritas Nasional, maka diperlukan Penguatan Konvergensi Lintas Program dan Lintas Sektor terkait dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Dompu yang dituangkan dalam Peraturan Bupati Dompu” ujarnya.

Faktor ibu dan pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab anak stunting apabila ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup dan baik. Ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, bahkan di masa kehamilan dan laktasi akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh dan otak anak.
Faktor lainnya yang menyebabkan stunting adalah terjadi infeksi pada ibu, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran anak yang pendek dan hipertensi. Selain itu, rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses sanitasi dan air bersih menjadi salah satu faktor yang sangat memengaruhi pertumbuhan anak.

 

 

 

 

Lalu bagaimana mencegah stunting? Perbanyak makan makanan bergizi yang berasal dari buah dan sayur lokal sejak dalam kandungan. Kemudian diperlukan pula kecukupan gizi remaja perempuan agar ketika dia mengandung saat dewasa tidak kekurangan gizi. Selain itu butuh perhatian pada lingkungan untuk menciptakan akses sanitasi dan air bersih. [Yd/DP3A Dpu]