Pemkab Bantaeng Tekankan Kebijakan Desa Responsif Stunting

338
Stunting hangat jadi bahasan selama Evaluasi P2KTD dan Rakor Tim Inovasi Desa
Abdul Rasyid paparkan isu stunting dan cara mencegahnya (13/12/2018).

Bantaeng, Kamis (13/12). Program pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional mengemuka saat dilaksanakan Evaluasi P2KTD dan Rakor Tim Inovasi Kabupaten Program Inovasi Desa Kabupaten Bantaeng Tahun 2018 di Hotel Ahriani Bantaeng, Kamis, 13 Desember 2018.

Tampil sebagai salah satu narasumber adalah Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Abdul Rasyid. Dalam paparannya mengupas mendalam tentang stunting yang saat ini menjadi isu sosial di Indonesia.

“Kalau Indonesia sehat itu sangat luas cakupannya, tapi Saya mau yang sehat itu justru desanya. Makanya kita berharap bisa meminimalisir stunting mulai di tingkat desa khususnya di Kabupaten Bantaeng”, urainya.

Diketahui stunting merupakan kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan. Menjadikan anak tersebut lebih pendek dibanding anak seusianya karena tidak tercukupinya asupan gizi, bahkan sejak dalam kandungan.

Di tempat sama, Sekretaris Dinas PMDPPPA Kabupaten Bantaeng, Harmoni menerangkan pentingnya isu stunting dibahas pada kegiatan yang berlangsung sejak Senin (11/12) itu.

Menurutnya peserta yang didominasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK) di tingkat Kabupaten dan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) di tingkat Kecamatan bisa lebih memahami jika program dan kegiatan di desa harus responsif terhadap penanganan isu stunting.

“Kita mau memperlihatkan kepada TPID dan TIK bahwa isu stunting inilah yang perlu diperhatikan. Harapan terbesarnya, kebijakan-kebijakan di desa lebih berpihak”, harapnya.

Hal itu dibenarkan Indrawan Lestari selaku Kabid UEMD, SDA dan TTG DPMDPPPA. Ada 3 bidang yang menjadi fokus kita yakni pengembangan ekonomi, SDM dan infrastruktur.

“Stunting itu bagian dari proses pendidikan untuk mewujudkan SDM. Dengan SDM yang berkualitas akan mendorong lahirnya beragam inovasi baru”, jelas dia. (AMBAE)