Peringatan Hari Disabilitas Internasional Kota Jambi bersama anak-anak disabiltas dan berkebutuhan khusus

31

Kota Jambi (kla.id)

Selasa, 3 Desember  2019  adalah peringatan Hari Disabilitas Internasional Pada tahun 1992 Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan  3 Desember menjadi Hari Disabilitas Internasional. Peringatan ini bertujuan untuk kembali meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa para difabel juga ada di dunia ini. Dan karena itu, peringatan ini juga diharapkan untuk bisa memberikan dukungan dan semangat untuk kesejahteraan difabel.

Tidak semua manusia diciptakan Tuhan dengan sempurna, ada beberapa orang istimewa yang diberi cobaan dengan kekurangan, seperti tidak  bisa mendengar, tidak bisa melihat, tidak  bisa berjalan, tidak bisa berbicara, keterbelakangan mental, dan lainnya. Semua kekurangan ini menyebabkan teman-teman istimewa mengalami keterbatasan sosial dan bahkan keterbatasan kehidupan. Tidak sedikit yang merasa minder dan rendah diri karena adanya sebutan ‘cacat’ di masyarakat yang dikhususkan untuk mereka.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional dibuka langsung oleh Hj. Yuliana Fasha, S.E., M.Si.Ak.Ca selaku Bunda PAUD Kota Jambi di pelataran parkir kantor Sat Pol PP kota Jambi, Rabu (4/12/2019) pagi.

“Pada peringatan hari disabilitas internasional tahun 2019, negara Indonesia mengangkat tema Indonesia inklusi, disabilitas unggul ini adalah tema yang menggelitik kita semua tentang apa sih yang kita ketahui tentang disabilitas, apa yang kita pikirkan tentang disabilitas dan apa rencana kita untuk disabilitas dan apa yang kita perbuat untuk disabilitas.” ujar Yuliana.

“Sudahkah kita ramah terhadap penyandang disabilitas. Apakah SDM kita yang disabilitas mampu berdaya untuk kehidupannya. Dan apa yang harus dilakukan untuk pemberdayaan disabilitas dalam pembangunan,” tambahnya.

Sebelumnya, kepala sekolah luar Biasa Harapan Mulia, Yuli Mariati mengucapkan terima kasih kepada Bunda PAUD kota Jambi dan pemkot Jambi yang telah memfasilitasi kegiatan ini.

Yuliana juga sedikit menggugah hati semua pihak, apakah sudah ramah dan peduli dengan penyandang disabilitas. Untuk peduli, kata Yuliana, dibutuhkan pengetahuan dan pemahaman semua pihak terkait disabilitas.

Yuliana menegaskan pemerintah kota (Pemkot) Jambi sangat memperhatikan penyandang disabilitas. Dimana banyak fasilitas untuk penyandang disabilitas diantaranya taman bermain, trotoar ramah tuna netra sampai yang terbaru yakni angkutan koja Trans khusus disabilitas.

“Saya mengharapkan agar masyarakat lebih menghargai kaum disabilitas dan tidak mendiskriminasi mereka, tidak memandang sebelah mata, dan tidak meremehkan mereka lagi. Difabel juga mempunyai perasaan, dan difabel juga manusia. “