Pert. Monitoring Vaksin MR dan Koordinasi Tim Pokja Provinsi Sulsel

366

Makassar (kla.id)

Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan rubella pada tahun 2020, dimana sasarannya adalah selurih anak usia 9 bulan sampai denhan < 15 tahun, utk sulawesi selatan jumlah anak kirang lbh 1/3 jumlah penduduk sulawesi selatan yaitu sekitar 3 juta anak.
Pelaksanaan imunisasi massal sudah berjalan kurang lebih 1 bulan (sejak 1 agustus 2018) dimana Sulsel masuk dalam pelaksanaan imunisasi tahap/fase II, setelah Pulau Jawa yanh dilaksanakan pada bulan agustus-september 2017 yang lalu.
Pelaksanaan imunisasi MR ini, menimbulkan berbagai polemik dalam masyarakat dimana sebagianasyarakat tidak ingin anaknya diimunisasi karemaendengar kalau vaksin MR mengandung Enzim Babi. Untuk itu Dinas Kesehatan Prov. Sulsel melakukan monitoring Hasil pelaksanaan Imunisasi untuk memberikan kejelasan kepada semua pihak khususnya tokoh-tokoh agama islam agar memahami isi dan manfaat Vaksin MR tersebut agar tidak terjadi persepsi masyarakat kalau Vaksin MR ini adalah Haram.

Pertrmuan monitoring dilaksanakan di hotel aston, tanggal 30 agustus 2018 yang dihadiri oleh tokoh agama (Majelis Ulama Indonesia) di 24 kabupaten/kota dan provinsi, lontas sektor terkait dan kepala dinas kesehatan kabupaten/kota.dengan jumlah peserta kurang lebih 100 orang.
Hal ini dilakukan untuk menyamakan persepsi terkait manfaat dan kandungan vaksin MR bagi anak-anak kita, sehingga ketika kab/kota dalam melakukan sosialisasi ada kesamaan pemahaman terkait manfaat dan kandungan Vaksin MR tersebut.
Untuk sulsel saat ini, dari seluruh anak di sulsel,belum mencapai 50% dari junlah anak yg seharusnya divaksin, sehingga waktu yang tinggal kurang lebih 1 bulan ini akan dimaksimalkan untuk melakukan vaksinasi kepada anak yang belum mendapatkan vaksinasi dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat khsuusnya keluarga tentang pentingnya vaksin MR ini di brrikan kepada anak-anak.
Narasumber pada pelaksanaan kegiatan ini selain tokoh agama, MUI Sulsel, Ka. Kanwil Kementrian Agama Sulsel juga dari akademisi (Prof. DR. dr.H.Alimin Maidin, MHP), juga dari pihak klinis Prof. Dr. dr. Dasril Daud, Sp.A dan DR.dr.Hj.Martira Maddepungeng,Sp.A , juga dari WHA dan Unicef sebagai organisasi kesehatan dunia.

Diharapkan dengan pertemuan monitoring ini, kesamaan persepsi tentang manfaat dan kandungan vaksin, akan membawa sulsel mencapai 100% anak divaksin, untuk mencapai eliminasi campak dan rubellah tahun 2020. Ujar kepala bidang P2P Dinas Kesehatan Prov. Sulsel, dr. Nurul Amin, M.MKes.(AND)