Pertemuan/Koordinasi dan Kerjasama Lintas Sektor Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak (Dana DAK) Kota Jambi 2021

127

Kota Jambi (Kla.id)

Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Jambi, menyelenggarakan kegiatan Pertemuan/Koordinasi dan Kerjasama Lintas Sektor Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak (Dana DAK) di Ruang Pola Walikota Jambi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bapak Wakil Walikota Jambi DR. dr. H. MAULANA, MKM sebagai Narasumber dengan materi “Upaya Pencegahan Kekerasan Anak di Kota Jambi”, Bapak Kepala Kejaksaan Negeri Jambi Fajar Rudi Manurung, SH., MH. sebagai Narasumber dengan Materi “Dasar Hukum Penegakan Hukum dan Pencegahan Terhadap Kekerasan Kepada Anak, Ibu Siti Raudhoh, M.Psi sebagai Narasumber dengan materi “Kekerasan Terhadap Anak: Dampak dan Pencegahannya”, Ibu Kepala Dinas PMPPA Dra. Hj. Noverintiwi Dewanti, ME sebagai Moderator.

Dalam sambutan pembukaan tersebut Bapak Wakil Walikota Jambi DR. dr. H. MAULANA, MKM berpesan “Kegiatan Pertemuan Koordinasi dan Kerjasama Lintas Sektor Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak, diharapan peserta mengetahui jenis-jenis tindakan kekerasan yang berimplikasi pidana dan mengetahui akibat dari Kekerasan Terhadap Anak, sehingga para penyuluh dapat menginformasikan hal tersebut kepada masyarakat, hal ini sebagai langkah awal pencegahan terjadi kasus-kasus pidana,” ungkapnya.

Kegiatan ini diupayakan untuk melindungi kekerasan terhadap anak serta memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya dengan memberikan perhatian yang konsisten dan sistematis yang ditujukan untuk mencapai Kota Layak Anak seperti berkurangnya kasus kekerasan terhadap anak dan meningkatnya kualitas penanganan kasus kekerasan terhadap anak, serta Meningkatnya kualitas layanan perlindungan khusus kepada anak.

sementara itu Bapak Fajar Rudi Manurung, SH., MH. selaku Kajari Jambi mengatakan bahwa kasus kekerasan terhadap anak harus menggunakan penanganan khusus yaitu memakai jaksa anak. selain itu ia juga mengungkapkan bahwa perlunya perhatian dari berbagai pihak untuk tetap mengawasi anak di rumah maupun di sekolah. ia pun juga mengungkapkan “baik anak sebagai korban maupun anak sebagai pelaku perlu penanganan khusus, jaksanya saja jaksa anak namanya bukan jaksa penuntut umum biasa, berbeda pada jaksa biasanya, jaksanya harus yang sudah memiliki anak dan sudah punya perhatian kepada anak, kita juga sangat sedih melihat yang seperti ini, ini juga perlu perhatian dari pemerintah kota, orangtua anak itu juga harus memeberikan perhatian, mungkin dengan dilaksanakannya sekolah tatap muka fungsi guru itu sebagai pengawas dan pendidik bisa melihat sendiri perkembangan anak ketika Pertemuan Tatap Muka (PTM) atau Daring kita tidak bisa melihat perkembangan anak tersebut maka perlunya ada perhatian dari pemerintah, masyarakat dan lingkungan,” jelasnya.

Pada penghujung akhir acara kesempatan tersebut Wakil Walikota Jambi Maulana menyampaikan bahwa kekerasan terhadap anak pada tahun ini mencapai 58 kasus, dengan demikian pemerintah kota jambi dan juga pihak terkait akan melakukan upaya preventif. Wakil Walikota Jambi Maulana juga berharap baik opd, yayasan maupun komunitas untuk dapat membantu pencegahan kekerasan terhadap anak khususnya di kota jambi guna mewujudkan Kota Layak Anak.

Dinas Pemberdayaan, Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Jambi Beserta Jajaran OPD Kota Jambi dan Komunitas Lembaga Pemerhati Anak Kota Jambi