PKK Sulsel melaksanakan Sosialisasi Agen Perubahan bagi Generasi Berencana

84


Makassar (kal.id)
Sosialisasi Agen Perubahan bagi Generasi Berencana yang di laksanakan oleh Tim Penggerak PKK Prov.Sulawesi Selatan, yg bekerjasama degan Dinas Pendidikan dan Dinas P3A Dalduk KB Sulsel , pada Senin, 22 Februari 2021 via zoom meeting dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Lies F Nurdin, yg dihadiri oleh 500 peserta diantaranya : Forum Anak, Karang Taruna, OSIS, Genre dan Guru BK se Sulawesi Selatan (24 kab/kota). Hadir juga pada acara tersebut Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Ibu Naoemi Octarina, Kepala Dinas Pendidikan PROV.Sulsel, Prof.Muh.Jufri, Kepala Dinas P3A Dalduk KB, DR.dr.Hj.Fotriah Zainuddin,M.Kes , BNN Sulsel, Ishak Iskandar, SKM,M.Kes dan Fasilitator Forum Anak Nasional , Egidius Arya Parende,SR sebagai Narasumber.

Dalam sambutannya Ketua Tim Penggerak PKK Prov.Sulsel, Ibu Lies menyampaikan Anak sebagai pelopor harus selalu terlibat aktif memanfaatkan waktu untuk kegiatan positif, bermanfaat dan menginspirasi banyak anak sekitarnya. Para anak yang tergabung dalam kelompok anak atapun Forum Anak menjadi pelopor berarti menginspirasi sekaligus contoh teladan bagi anak sekitarnya bahkan banyak orang agar berubah semakin baik.
Sedangkan sebagai pelapor maka para anak aktif menyampaikan pendapat/pandangan ketika mengalami, melihat atau merasakan tidak terpenuhinya hak dan perlindungan anak. Kelompok Anak bisa melaporkan kepada instansi terkait yang menangani permasalahan perlindungan dan pemenuhan hak terhadap anak.

Kegiatan Sosialisasi Kelompok Anak menjadi Agen Perubahan ini sangat strategis dalam upaya mengoptimalkan peran Kelompok Anak di seluruh daerah untuk mencapai Kabupaten/Kota yang tangguh dan layak bagi Anak Sulsel, ibu lies menghimbau kepada seluruh peserta untuk selalu Cegah Perkawinan .


Ibu Lies juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Prof Muh Jufri, untuk memperhatikan fasilitas pendukung yang dimiliki sekolah. Mulai dari kantin, toilet, hingga Unit Kesehatan Siswa (UKS).

Lies mengaku sudah mengunjungi beberapa sekolah menengah atas yang ada di Kota Makassar dan juga kabupaten lain di Sulsel. Ia menemukan, kondisi kantin yang tidak sesuai standar, bahkan menjual makanan yang tidak sehat untuk anak-anak. Padahal, makanan anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik juga kecerdasan mereka.

“Pak Kadis, tolong perhatikan kantin yang ada di sekolah. Perlu standarisasi kantin sekolah, dan menunya harus kita atur. Di luar negeri, makanan di kantin harus organik. Makanan anak dijaga mulai dari PAUD, sehingga anak-anaknya menjadi anak yang cerdas,” kata Lies.

Selain kantin, Lies juga mengaku prihatin dengan kondisi toilet yang ada di sekolah. “Saya keliling, paling hanya satu dua yang bagus. Minta tolong tahun ini ada perbaikan. Anak-anak di sekolah kasihan, bagaimana mau masuk ke toilet kalau bau. Disini kita pegang peranan, supaya anak-anak kita menjadi sehat dan nyaman di sekolah,” tuturnya.

Ketua TP PKK Sulsel ini juga meminta agar UKS diperhatikan. Ia menyarankan agar sekolah bekerjasama dengan Puskesmas yang ada di dekat sekolah, kemudian ada anak yang dibina untuk menjadi penanggung jawab kesehatan.


Ia juga berharap agar Kepala Dinas Pendidikan Sulsel memperhatikan anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk bisa bersekolah. Pasalnya, tahun lalu ada yang tidak bisa masuk sekolah karena tidak diterima. Selain itu, ada yang diterima di sekolah yang lokasinya jauh dari rumah sehingga masih butuh biaya transportasi.

“Kami mohon kepada Pak Kadis untuk diperhatikan anak-anak prasejahtera. Karena kalau mereka tidak sekolah, mereka akan jadi pengangguran. Mudah-mudahan tahun ini bisa diperhatikan,” harap Lies dan beliau juga berpesan untuk cegah perkawinan anak dan stop bullying disekolah serta jauhi Narkoba (AND)