Provinsi Jawa Timur Siap Turunkan Kecelakaan Lalu Lintas Anak Menuju Indonesia Layak Anak 2030

118
Deputi Menteri PPPA, Lenny N. Rosalin Berfoto Bersama Peserta Workshop “Percepatan Kabupaten/Kota Layak Anak Melalui Pengembangan Rute Aman dan Selamat ke/dari Sekolah (RASS) di Provinsi Jawa Timur”, Malang 29-30 Juli 2019.

Malang (30/7) Data Korban Kecelakaan Lalu Lintas Tahun 2015-2018 dilihat dari tingkat usia menunjukkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas terbanyak terjadi pada usia milenial 15-19 tahun, yaitu sebanyak 23.276 jiwa. Tingginya angka kecelakaan pada usia anak, mendorong pemerintah untuk mengubah strategi pembangunan melalui penciptaan program Rute Aman dan Selamat ke/dari sekolah (RASS) guna melindungi anak-anak terhadap bahaya selama berada di jalan ketika menuju atau dari sekolah, seperti ancaman terjadinya kekerasan ataupun penculikan dan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Anak-anak  merupakan kelompok paling rentan yang harus dilindungi, semua lapisan masyarakat  harus dibangun kesedarannya untuk membangun budaya positif menekan angka kecelakaan lalu lintas” ungkap Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N. Rosalin pada acara Workshop bertema “ Percepatan Kabupaten/Kota Layak Anak Melalui Pengembanagan Rute Aman dan Selamat ke/Dari Sekolah (RASS) di Malang,  Jawa Timur, 29-30 Juli 2019. Lenny juga menyampaikan bahwa perlu dibangun sinergi antara pemerintah, swasta, lembaga  donor, dunia usaha, media, dan masyarakat untuk memenuhi hak anak untuk memperoleh keamanan dan keselamatan selama beradan dijalan menuju/dari sekolah sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang mengamanatkan bahwa Negara dan  Pemerintah berkewajiban dan  bertanggung jawab memberikan dukungan sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan perlindungan anak.
Infrastruktur Ramah anak melalui pengembangan RASS, seperti adanya ZOSS (zona selamat sekolah) serta rambu, marka dan pita kejut untuk membatasi kecepatan kendaraan dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas merupakan satu dari 24 indikator mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak. Indikator Keberhasilan Pemerintah daerah dalam pengembangan RASS dapat dilihat dengan adanya minimal 1 (satu) percontohan pengembangan RASS pada pendidikan dasar dan menengah yang rawan kecelakaan. Pemerintah menargetkan  setiap tahunnya ada  20 sekolah yang mengembangkan RASS.
Sementara itu, Gunawan, Direktorat Sarana Transportasi Jalan, Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa perlu dilakukan survei kelayakan dalam penerapan RASS, yang berupa Penentuan kawasan RASS, identifikasi rute perjalanan sekolah, analisis kebutuhan perjalanan sekolah, dan mekanisme pelayanan perjalanan ke sekolah. Gunawan juga menyampaikan bahwa pihaknya siap bersinergi membangun Rute Aman dan Selamat ke/dari Sekolah (RASS).
Selanjutnya, AKBP Hendra Gunawan, Korlantas Polri menjelaskan bahwa sangat penting untuk dibangun lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar karena lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa, dan cermin tingkat modernitas.
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan  Provinsi Jawa Timur, Rahayu ini dihadiri oleh 11 Kabupaten/Kota dan Provinsi Jawa Timur, terdiri dari Dinas PP-PA, Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, dan Kepolisian,  telah berkomitmen melakukan penandatangan kesepakatan bersama untuk mengembangkan Rute Aman dan Selamat ke dari Sekolah (RASS) dalam rangka percepatan Kabupaten/Kota Layak Anak dan mewujudkan Indonesia layak Anak 2030.