SDN 006 Tanjung Selor Sudah Ramah Anak

149

Tanjung Selor (kla.id) – Setelah melakukan verifikasi lapangan untuk nominator penghargaan Sekolah Ramah Anak (SRA) tingkat nasional di Madrasan Aliyah Negeri (MAN) Bulungan, maka oleh tim diajak untuk mengunjungi salah satu sekolah terbaik di Tanjung Selor yang juga pernah dikunjungi oleh Menteri PPPA RI, Ibu Yohana Yambise pada kunjungan kerja ke Kalimantan Utara tanggal 17 September 2018. Sekolah yang dimaksud adalah SDN 006 Tanjung Selor yang terletak di Jalan Ramania.

Kedatangan rombongan yang terdiri dari KPPPA RI, DPPPAPPKB Prov. Kaltara dan DPPPAPPKB Kab. Bulungan disambut langsung oleh Kepala SDN 006 Ibu Martiana, S.Pd beserta beberapa orang guru. Suasana sejuk, hijau, dan bersih langsung terasa begitu memasuki area sekolah. Di Bagian depan ada gazebo khusus baca, tampak beberapa siswa yang sedang menunggu dijemput sambil membaca buku, setelah mengikuti Pesantren Ramadhan.

Bu Martiana menceritakan bagaimana awal beliau memulai untuk melakukan perubahan dari sekolah yang dianggap kumuh menjadi sekolah yang menjadi rujukan untuk sekolah sehat, sekolah adiwiyata, sekolah literasi, pendidikan keluarga, dan lain-lain.

“Sudah banyak penghargaan yang kami dapatkan. Seperti penghargaan sekolah adiwiyata tingkat nasional, sekolah sehat, dll. Bahkan sudah beberapa kali kami diundang oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk berbagi pengalaman dalam forum-forum nasional. Selain itu pemerintah Australia sudah 5 kali berkunjung ke sekolah kami untuk melihat langsung kegiatan-kegiatan yang kami lakukan di sekolah” Papar Martiana.

Rombongan juga berkeliling melihat-lihat kelas yang memang didesain supaya anak-anak merasa betah di sekolah, dan hiasan-hiasan yang ada juga hasil kreativitas antara murid, guru dan orang tua.

“Banyak anak-anak kami yang ketika sudah pulang, mereka kembali lagi ke sekolah untuk bermain. Oleh karena itu kami fasilitasi dengan merancang berbagai aktivitas yang bisa mereka lakukan seperti membuat kalung manik khas Suku Dayak, membuat kreativitas dari bahan bekas, dan lain-lain” Lanjutnya.

“Jadi kuncinya sebelum kami melakukan sesuatu, terlebih dahulu kami membuat komitmen bersama ketika upacara hari senin. Entah itu tentang sekolah adiwiyata, sekolah sehat, kelas literasi, stop bullying, dll. Ketika siswa dan guru sudah sepakat, maka otomatis orang tua juga akan mendukung” Lanjut Martiana.

“Anak-anak sejak dini sudah kami ajarkan untuk toleransi, sehingga kasus bullying dan perkelahian sudah tidak ada sama sekali” Tutupnya.

Merupakan sebuah kebahagiaan melihat wajah-wajah bahagia calon generasi penerus bangsa yang ada di SDN 006 Tanjung Selor. Kita berharap semoga semua sekolah bisa meniru dan mengadopsi contoh nyata yang ada disana, bahwa untuk menjadi Sekolah Ramah Anak tidak harus memiliki gedung dan fasilitas yang megah, yang terpenting adalah niat dan usaha yang sungguh-sungguh.

Tetap semangat untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak yang mendukung Kabupaten/Kota/Provinsi Layak Anak menuju Indonesia Layak Anak 2030.

(Neni)