Sehari Mahur Tajwid di MTs. As’adyah Putri II Sengkang

516

Wajo (kla.id)
Tajwid merupakan ilmu yang memberikan segala pengertian tentang huruf, baik hak huruf (haqqul huruf) maupun hukum baru yang timbul setelah hak huruf (musrahaqqul harf). Mengajarkan ilmu tajwid kepada anak-anak adalah hal yang sangat urgen dilakukan, agar anak-anak mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan fasih sesuai kaidah yang sebenarnya.

Oleh karena itu, MTs. As’adiyah Puteri II Pusat Sengkang mengadakan kegiatan Sehari Mahir Tajwid yang diikuti oleh siswi SD/MI sederajat se Kecamatan Tempe dengan mengusung tema “Kuperindah Bacaanku dengan Tajwid” yang dilaksanakan di Aula MTs. As’adiyah Puteri II Pusat Sengkang , Jalan KH. Muh. As’ad Sengkang, Ahad, 24 Februari 2019

(wajo.kla)

“Ada 31 sekolah yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan 1 (satu) orang pendamping dari guru yang ditunjuk dari sekolah masing-masing”. Ungkap Ernaningsih selaku pembina MTs. As’adiyah Putri II Sengkang.

Adapun pemateri pada kegiatan tersebut yaitu Muhammadong Idris selaku Ketua Majelis Qurra wal-Huffazh As’adiyah Masjid Jami Sengkang dan Mar’ah Sudirman yang keduanya merupakan pembina MTs. As’adiyah Puteri II Sengkang.

“Sasaran dan tujuan dari kegiatan ini adalah anak-anak dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan fasih sesuai dengan kaidah. Dapat memahami dengan baik hukum bacaan nun sukun dan tajwid, hukum bacaan mim sukun, waqaf, nun tasydid dan mim tasydid, hukum bacaan lam dan ra, qalqalah, dan bacaan mad”. Ujar Sulviana, salah satu pembina setempat.

Sementara Sumarni Naim dikesempatan lain mengatakan kepada tim Inmas bahwa dengan mempelajari ilmu tajwid, siswa dapat memahami dan mempraktekkan makharijul huruf agar ayat yang dibaca sesuai dengan arti dan makna yang dimaksud. Beda penyebutan/pelafalan huruf menyebabkan perubahan arti, seperti kata قلب yang berarti hati. Namun saat pengucapannya menjadi كلب maka kata tersebutpun berarti anjing”. Tuturnya saat interview via seluler. (er/hmz)