Sosialisasi sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) dalam Upaya Penurunan Stunting di Provinsi Sulawesi Tenggara

dicoba

115

Kendari – Dalam upaya untuk mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Cq Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak mendorong upaya percepatan pemenuhan hak anak atas kesehatan dan kesejahteraan melalui kegiatan “Sosialisasi ASI Eksklusif, Gizi Seimbang, Pembatasan Gula, Garam serta Lemak (GGL), Kesehatan Reproduksi dan Bahaya Rokok bagi Keluarga dan Anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) di  Provinsi Sulawesi Tenggara”, pada hari Selasa (15/10/2019) di Swis-Bell Hotel Kendari.

Kegiatan ini dilaksanakan secara dua sesi dalam sehari. Sesi pertama diperuntukan bagi keluarga. Pesertanya berjumlah 100 orang yang terdiri dari unsur Tim Penggerak PKK, Organisasi Kemasyarakatan/ Keagamaan/ Profesi, Pusat Kajian bidang Anak dan Perempuan dan Organisasi, Pengajar PAUD dan Dinas PPPA di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Saat ini, angka stunting di Indonesia sebesar 30,8% dari total 80 juta anak Indonesia (Riskesdas, 2018). Maka dari itu, dalam paparannya sebagai narasumber, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Kesejahteraan Kemen PPPA, yaitu Pak Jamal, mengungkapkan bahwa target angka stunting dalam lima tahun kedepan harus turun sampai dibawah angka 20%.

Keluarga memegang peranan penting dalam upaya ini. Karena keluarga merupakan unit sosial pertama dan paling besar dampaknya terhadap tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, setiap keluarga wajib untuk memahami pentingnya pemberian ASI eksklusif, apa itu gizi seimbang, dan pembatasan konsumsi GGL.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Bahaya Rokok, bagi Anak Sebagai Pelopor dan Pelapor (2P). Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Forum Anak Daerah (FAD), dan siswa-siswi dari SMP/sederajat dan SMA/sederajat di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pada tahun 2035 nanti, Indonesia akan mengalami bonus demografi. Untuk itu, kita harus mulai menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas agar bisa memanfaatkan bonus demografi tersebut. Dalam sesi ini, Ibu Anita Putri dari Kemen PPPA menyampaikan bahwa Anak Indonesia akan hebat dan berkualitas nantinya jika menjauhi rokok dan menjaga kesehatan reproduksinya.

Salah satu sesi tanya jawab Ibu Anita Putri dengan peserta

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan agar anak mengetahui dan menyadari tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan menjauhi rokok, karena dua hal tersebut bisa menyebabkan kegagalan untuk menggapai cita-cita di masa yang akan datang.

Semoga dengan adanya kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan anak serta dapat mengurangi angka stunting di Provinsi Sulawesi Tenggara.