Sosialisasi Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak (GN-AKSA)

186

Kota Jambi (kla.id)

Maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi kepada anak – anak setiap harinya, tentu menjadi perhatian khusus bagi segala pihak. Pemerintah Kota Jambi terus menerus mengajak partisipasi berbagai stakeholder untuk bersinergi dalam perlindungan anak, terutama dalam mengantisipasi kejahatan seksual yang bisa terjadi di berbagai tempat. Salah satunya dengan mengadakan sosialisasi yang bertujuan menghadirkan peran serta segala elemen masyarakat terhadap perlindungan anak.

Sosialisasi Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak (GN-AKSA) dilaksanakan pada hari Rabu, 12 Februari 2020, bertempat di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak Kota jambi, diikuti oleh 50 orang guru SMA dan SMP di Kota Jambi, dengan Narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi dan Universitas Jambi (UNJA).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Jambi drg. Irawati Sukandar, M.Kes mengatakan “ Dalam perspektif perlindungan hak asasi  manusia (HAM) anak memiliki hak yang sama dengan manusia lainnya di muka bumi ini, yakni hak-hak yang melekat secara alamiah sejak ia dilahirkan namun dalam kenyataannya bahwa anak adalah kelompok masyarakat yang rentan sekaligus korban terbesar dari berbagai kekerasan, ekploitasi dan perlakuan diskriminasi lainnya”

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi ini Sekretaris DPMPPA Kota Jambi Ibu Ir. Sonya Maudy Anna. T dan Ibu Yuniati, S.Sos, ME selaku Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DPMPPA Kota Jambi.

Dalam kesempatan ini, Irawati menambahkan “ kerentanan dan perlakuan diskriminatif tersebut telah berdampak pada kurangnya rasa percaya diri dan menghambat anak dalam pergaulan sosial di sekolah dan masyarakat, kekerasan terhadap anak berlaku umum dan tidak memiliki relevansi dengan jenis pendidikan agama dan keyakinan, suku bangsa, etnis dan ras yang melekat pada anak, hal ini berarti pada semua jenis strata sosial kekerasan terhadap anak dapat dan terus terjadi sepanjang ketimpangan dalam hubungan keluarga dan masyarakat masih di yakini dan dimanifestisikan dalam kehidupan sosial” imbuhnya.

Kesimpulan yang bisa diambil dari kegiatan sosialisasi ini adalah betapa pentingnya pemahaman kepada masyarakat tentang arti penting peran keluarga dan masyarakat dalam pemenuhan kondisi sosial yang layak dalam tumbuh kembang anak dan memberikan penjelasan dalam penanganan kejahatan terhadap anak dan prosedur pelaporan kepada kepolisisan.