SUARA ANAK DOMPU

157

Dompu~NTB Kla.id, Dalam puncak Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Dompu Rabu (28/08~2019), hal rutin yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Dompu ialah memberikan kesempatan kepada anak~anak untuk menyampaikan suaranya dalam tajuk “SUARA ANAK DOMPU”. Biasanya anak~anak itu secara bersama~sama membacakannya di depan Bupati Dompu. Suara anak ini biasanya dirumuskan dalam momen pelatihan bersama anak beberapa waktu sebelumnya, yang mengangkat isu tematik di daerah.

Dari tahun ke tahun, penekanan isu yang diangkat anak~anak ini beragam. Tahun lalu, misalnya, berfokus pada kampanye anti~iklan rokok. Tahun ini fokus ditekankan pada pemanfaatan media digital, termasuk media sosial. Di daerah, dengan isu menonjol tertentu, seperti pernikahan usia anak, kekerasan pada anak dan stunting, biasanya mereka mengangkat isu~isu itu dalam suara anak~anak mereka. Hal itu menarik karena anak diberi kesempatan untuk bersuara di hadapan Pejabat Pemerintah Daerah yang tentu saja amat membanggakan bagi anak~anak itu.

Ketua FAD, Nurrauhan Rahmad dan Istiqomah Indah Khuwaida membacakan Suara Anak Dompu yang berisi 9 poin. Sebelum membacakan Suara Anak Dompu 2019, kedua remaja tersebut membacakan Suara Anak Indonesia 2019 tersebut yang berisi 11 poin, yaitu :
Kami Anak Indonesia menyuarakan:
(1) Mengajak keluarga Indonesia untuk meningkatkan pengasuhan dan pengawasan terhadap anak yang ditelantarkan beserta dengan lingkungannya;
(2) Anak Indonesia mendukung penuh pemerintah untuk merealisasikan penyelarasan peraturan perundang-undangan mengenai batas minimal usia perkawinan;
(3) Memohon kepada pemerintah untuk mengatasi stunting dengan meningkatkan edukasi keluarga dan pemerataan fasilitas serta akses kesehatan;
(4) Mengajak masyarakat Indonesia untuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan waste to energy;
(5) Mengajak pemerintah, tenaga kependidikan, dan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan pemahaman terkait kesehatan mental;
(6) Mendukung pemerintah untuk menyamaratakan sarana prasarana dan tenaga kependidikan dalam mengoptimalkan sistem pendidikan;
(7) Menolak segala bentuk diskriminasi di sekolah, lingkungan, dan media sosial terhadap anak;
(8) Menolak segala bentuk eksploitasi terhadap anak;
(9) Forum Anak bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan dan menyamaratakan pemberian edukasi kepada anak terkait kesiapsiagaan bencana;
(10) Memohon kepada pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan perhatian kepada anak berkebutuhan khusus dan anak berhadapan dengan hukum dalam segala aspek kehidupan; dan
(11) Memohon kepada pemerintah untuk mengoptimalkan pembuatan Kartu Identitas Anak dan akta kelahiran di seluruh Indonesia.
Suara Anak Indonesia tersebut pertama kali diibacakan di Makassar pada 23 Juli 2019 pada Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019.

Selanjutnya inilah selengkapnya 9 poin Suara Anak Dompu 2019, yaitu :
1) Meminta kepada pemerintah untuk memenuhi pemerataan pembuatan akte kelahiran sampai ke daerah pelosok agar terwujud pemerataan imformasi bagi anak Dompu.
2) Mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan pemahaman Bhineka Tunggal Ika tentang kesamaan hak yang dimiliki oleh anak dan dapat berperan aktif dalam pelaporan tindak kekerasan atau pelanggaran hak-hak anak.
3) Mendukung pemerintah dalam melindungi anak dari segala bentuk eksploitasi dan kekerasan seksual.
4) Mendukung program pemerintah dalam rangka 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) tentang pemberian ASI eksklusif terhadap balita dan pencegahan stunting;
5) Mendukung pemerintah dalam melakukan upaya preventif pemcegahan tindakan nekat bunuh diri;
6) Memohon kepada pemerintah untuk menyediakan fasilitas peningkatan kebudayaan agar anak Dompu dapat melestarikan nilai budaya;
7) Mendukung pemerintah untuk menyelenggarakan Musrenbang Anak sebagai wadah tersalurnya suara anak dalam pembangunan;
8) Memohon kepada pemerintah untuk pemerataan fasilitas bagi anak berkebutuhan khusus agar dapat mengurangi diskriminasi; dan
9) Kami anak Dompu siap untuk mendukung dan berpartisipasi penuh dalam rangka realisasi Kabupaten Dompu sebagai Kabupaten Layak Anak.

Terakhir dibacakan juga Suara Anak NTB 2019, yakni :
1) Pemerataan Sekolah Terbuka Dan Rehabilitasi bagi ABH, ABK, dan anak yang menikah di usia anak;
2) Mengadakan Tes Minat Dan Bakat Untuk Siswa Agar Mengetahui Potensi Diri;
3) Menginginkan Sanksi Yang Tegas Kepada Pelaku Eksploitasi Seks Komersil Anak; dan
4) Siswa yang bermasalah tidak langsung dikeluarkan melainkan di bimbing terlebih dahulu.   [Yd/DP3A Dpu]