Training Of Facilitator Anak Berkebutuhan Khusus

691

Depok (kla.id) – Bertempat di Ruang Pertemuan The Margo Hotel Depok, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Perlindungan Anak mengadakan TOF Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Angkatan II. Dalam sambutannya, Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus Usman Basuni, SE, MA, MPHR, mengatakan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, pada pasal 59 disebutkan bahwa Perlindungan Khusus kepada anak diberikan salah satunya kepada anak penyandang disabilitas. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dalam hal ini Asisten Deputi Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus juga menangani perlindungan anak-anak penyandang disabilitas. Anak penyandang disabilitas atau Anak Berkebutuhan Khusus memerlukan perlindungan sama seperti anak-anak lainnya

Pelatihan yang berlangsung tanggal 18-22 September 2018, diikuti oleh 17 provinsi yaitu :

  • Provinsi Banten (Bilqis dan Anwar)
  • Provinsi Jawa Barat (Thari Syafiyatami, BA dan Nur Djanah, A.KS)
  • Provinsi Jawa Tengah
  • Provinsi Jawa Timur
  • Provinsi Sulawesi Selatan (Andi Nurseha dan
  • Provinsi Kalimantan Tengah
  • Provinsi Kalimantan Utara (Dalfian, S.Pd dan Nuraini Asri)
  • Provinsi Sumatera Utara
  • Provinsi Sumatera Selatan (Eka Kartika Silva Riany, SE dan Bariyanti Arthini, SE, M.Si)
  • Provinsi Sumatera Barat
  • Provinsi Kalimantan Barat
  • Provinsi Bangka Belitung
  • Provinsi Riau
  • ProvinsiProvinsi DI Yogyakarta
  • Provinsi Sulawesi Barat
  • Provinsi Jambi (Abdul Hanan dan
  • Provinsi Gorontalo

Narasumber dalam pelatihan adalah sebagai berikut : Dr. Imas Diana Aprilia, M.Pd, Drs. Irham Hosni, Dipl.S.Ed, Lidya Miranita dan Dr. Tjutju Soendari, M.Pd.

Best Practice dilaksanakan tanggal 21 September 2018 di SLB Nusantara Depok yang menampung 147 ABK.

Diharapkan dengan pelatihan ini, maka akan semakin banyak fasilitator daerah yang berkompeten dalam menangani ABK. Kedepan peserta pelatihan mengharapkan akan ada pelatihan lanjutan untuk lebih meningkatkan kemampuan para fasilitator.

(Neni)