Wali Kota Jambi laksanakan inspeksi penerapan protokol kesehatan

71

Kota Jambi (kla.id)

Pasar merupakan suatu tempat yang sebagian terdiri atas pelataran terbuka dan sebagian lagi terdiri atas bangunan yang digunakan untuk menjual dan memperagakan barang-barang dagangan ke masyarakat umum. Pasar adalah segenap kelompok pelataran yang sebagian beratap dan sebagian terbuka tanpa atap yang ditunjuk dengan keputusan pemerintah daerah, dimana pedagang-pedagang berkumpul untuk memperdagangkan dan menjual barang-barang dagangannya. Pasar yang kurang diperhatikan akan kebersihannya seperti pembuangan sampah dan air limbah, akan merupakan tempat perkembanmgbiakan vektor penyakit dan gangguan estetika.

Wali Kota Jambi bersama jajaran Forkompimda Kota Jambi laksanakan inspeksi penerapan protokol kesehatan pada beberapa Pasar Tradisional di wilayah Kota Jambi (5/6).⁣

Inspeksi tersebut untuk memantau pelaksanaan implementasi Peraturan Wali Kota Nomor 21 Tahun 2020 terkait Pedoman Penanganan Covid-19 di Area Publik/Lingkungan Usaha dan Masyarakat dalam Pemberlakuan Relaksasi Ekonomi dan Sosial Kemasyarakatan pada Masa Pandemi, tertanggal 1 Juni 2020.

Peraturan Wali Kota Jambi tersebut merupakan landasan hukum yang memuat ketentuan pelaksanaan era baru relaksasi kegiatan ekonomi dan sosial kemasyarakatan di Kota Jambi dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat di tengah pandemi Covid-19, salah satunya memuat tentang ketentuan kewajiban memakai masker bagi masyarakat.

Wali Kota Jambi Syarif Fasha, berharap kedepan masyarakat memiliki kesadaran mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan mengingat Pemkot Jambi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jambi telah melakukan sosialisasi terkait aturan tersebut.

“Setelah sepekan ini kami bersama Forkompimda dan Gugus Tugas Covid-19 melakukan sosialisasi, maka mulai Senin tanggal 8 Juni (besok-red) diharapkan penerapan sanksinya akan berlaku efektif. Diharapkan masyarakat dapat memahami arti pentingnya masker itu sebagai alat proteksi personal untuk terhindar dari penularan Covid-19.

Sesungguhnya, ini adalah salah satu upaya membentuk orang menjadi disiplin, sadar dan peduli akan kesehatannya sendiri serta tidak membahayakan orang sekitarnya,” jelas Fasha.

Selain membiasakan diri mengenakan masker, Fasha juga mengimbau agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, jaga jarak, hindari kerumunan serta membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Terkait dengan penerapan sanksi denda itu, Fasha mengatakan sanksi denda langsung disetorkan ke kas daerah dan tidak ada transaksi tunai dalam prosesnya.

Selain itu, kata Fasha tidak hanya masyarakat saja yang dikenakan sanksi, namun kalangan pelaku usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan juga terancam denda senilai Rp 5 juta hingga pencabutan izin.

“Aturan sanksi denda tersebut, sudah tertuang dalam Peraturan Wali Kota Jambi No 21 Tahun 2020. Sanksi denda itu tak hanya berlaku bagi masyarakat umum, melainkan juga berlaku bagi kalangan pelaku usaha. Dalam Perwal itu memuat, jika pelaku usaha yang tidak memenuhi protokol kesehatan juga terancam denda senilai Rp 5 juta hingga sanksi pencabutan izin relaksasi,” tegasnya.

Fasha berharap, kebijakan tersebut dapat diikuti semua pihak, untuk mendukung aturan selama relaksasi ekonomi dan sosial kemasyarakatan berlangsung.

“Kami imbau agar masyarakat selalu disiplin. Jika relaksasi aktivitas ekonomi dan sosial kemasyarakatan ini berhasil, maka selanjutnya akan menuju tatanan ‘new normal’, maka kegiatan ini merupakan pra menuju new normal,” imbuhnya.

Wali Kota Jambi dua periode itu untuk kesekian kalinya mengingatkan, kunci utama keberhasilan percepatan penanganan wabah Covid-19 di Kota Jambi dan Indonesia adalah dengan menerapkan kedisiplinan dan kepedulian bersama oleh seluruh masyarakat.

“Kepedulian dan kedisiplinan adalah kunci sukses bagi kita semua untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Salah satunya adalah dengan selalu pakai masker. Semoga ikhtiar dan pengorbanan kita ini berbuah hasil, memutus lebih cepat mata rantai penyebaran Covid-19 yang makin mengkhawatirkan setiap harinya,” pungkasnya.