Webinar Forum Anak dalam Penurunan Stunting melalui Sanitasi

139
Palangka Raya (kla.id) Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang dialami anak selama masa tumbuh kembangnya. Pemerintah mengambil langkah bersama untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak )pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama sehingga anak lebih pendek atau perawatan pendek dari anak normal sesuainya dan memiliki keterlambatan dalam berfikir. Umumnya disebutkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Menanggapi hal tersebut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak cq. Deputi Bidang Tumbuh Kembang anak telah menyusun materi pembelajaran Peran Forum Anak sebagai 2P (Pelopor dan Pelapor) dalam Percepatan Penurunan Stunting, dengan mengangkat 5 (lima) isu yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak atas kesehatan dasar dan kesejahteraan antara lain gizi, sanitasi dan air bersih, kesehatan reproduksi, bahaya rokok dan narkoba serta kesehatan jiwa.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak cq Tumbuh Kembang Anak mengadakan Webinar Peran Forum Anak sebagai 2P dalam Percepatan Penurunan Stunting melalui Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 25 September 2020 melalui aplikasi zoom meeting dengan peserta aktif berjumlah 204 yang terdiri dari 34 provinsi Dinas PPPA, forum anak Provinsi dan Forum anak daerah kabupaten/kota. Kegiatan ini bermaksud meningkatkan pemahaman Forum Anak dari seluruh Provinsi dan Kabupaten/ kota beserta pendamping Dinas PPP provinsi dan kabupaten/kota yang menangani isu stunting dan perlindungan anak dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya sanitasi dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang Tumbuh Kembang Anak Lenny N Rosalin “Anak Sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) Dalam Pengelolaan Air Minum, Sanitasi dan Air Bersih Menuju Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030”, Dekan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan Trisakti Dr. Melati F. Fachrul, MS “Pembelajaran Bagi Pelibatan Anak Sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) Dalam Upaya Penurunan Angka Stunting Terkait Dengan Sanitasi Dan Air Bersih”, di pandu oleh moderator Asdep Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Kesejahteraan Hendra Jamal’s.
Narasumber Deputi Tumbuh Kembang Anak Lenny N. Rosalin menyampaikan paparan pada Webinar Forum Anak Dalam Penurunan Stunting melalui Sanitasi secara vitual, Jum’at 25 September 2020
Dalam paparan Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Lenny N Rosalin mengatakan peran forum anak sebagai 2P dapat dimulai dari keluarga sendiri dengan melakukan mengingatkan seluruh anggota keluarga untuk menjaga kualitas air bersih, membantu ayah dan bunda menjaga kebersihan sarana MCK di rumah, menerapkan pola hidup bersih dan sehat bersama seluruh anggota keluarga, membantu ayah dan bunda dalam memantau pertumbuhan adik yang masih dibawah usia 2 tahun di posyandu. Forum anak sebagai pelapor di level masyarakat: mencarikan pertolongan dari pihak yang terkait apabila menemukan rumah tangga dengan sanitasi yang buruk dan mengetahui layanan informasi pengelolaan sanitasi dan air bersih yang bisa akses. Berdasarkan data dari UNICEF 2015 terdapat 73.921 anak indonesia meninggal akibat diare, penyebab diare yaitu sanitasi yang tidak layak, perilaku kebersihan yang buruk dan kualitas air yang tidak aman untuk di konsumsi. 45,19% anak di desa dan 20,08% anak di kota tinggal di rumah dengan fasiltas sanitasi yang tidak layak (susenas,2018).
Anak sebagai Pelopor dan Pelapor atau di sebut 2P adalah sikap positif dan semangat yang harus dimiliki oleh anak Indonesia :
1. PELOPOR adalah individu yang menjadi agen perubahan terlibat aktif memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan positif, bermanfaat dan dapat menginsipirasi banyak orang sehingga banyak orang yang terlibat untuk melakukan perubahan yang lebih baik.
2. PELAPOR adalah individu atau kelompok yang menyampaikan pengaduan kepada instansi yang terkait untuk melakukan perubahan yang lebih baik.
3. Pelaporan yang dilakukan oeh anak baik secara individu maupun kelompok harus sesuai dengan prinsip kepelaporan yang sudah diatur dalam berdasarkan Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Forum Anak.
Narasumber Dr. Melati Ferianita Fachrul menyampaikan materi secara vitual pada hari Jum’at 25 September 2020
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dikemukakan bahwa sanitasi ini merupakan suatu usaha untuk membina serta juga menciptakan sebuah keadaan yang baik pada bidang kesehatan, terutama pada kesehatan masyarakat. Akses sanitasi layak adalah fasilitasi yang memenuhi syarat kesehatan anatara lain : Kloset menggunakan leher angsa, Tempat pembuangan akhir tinja menggunakan menggunakan tangki septik (rumah tangga) dan sistem pengolahan air limbah (SPAL) masyarakat/bersama. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat yang meliputi 5 (lima) kriteria yaitu : Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dengan Aman, Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga Dengan Aman dalam materi paparan yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan Trisakti Dr. Melati F. Fachrul, MS.